Cegah DBD Dalam Kehidupan Sehari-hari





Lebih baik mencegah dari pada mengobati, ya kata-kata tersebut sangatlah sederhana namun mempunyai makna yang sangat dalam terutama bagi yang menghiraukan kehidupan sehari-harinya terhadap kebersihan yang bisa mendatangkan berbagai macam penyakit, sebut saja seperti DBD singkatan dari (Demam Berdarah Dengue) atau merupakan penyakit yang mengakibatkan suhu tubuh bagi si penderita  menjadi sangat tinggi yang bahkan juga disertai dengan rasa sakit kepala, nyeri dipersendian, otot dan juga tulang.

ilustrasi

Para penderita demam berdarah dengue (DBD) biasanya disebabkan oleh virus yang bernama virus dengue dan juga bisa menular dengan atau lewat perantara nyamuk. Virus dengue merupakan penyebab pasti terhadap demam berdarah yang berada dalam kelenjar ludah seekor nyamuk, maka dari itu pencegahan DBD sangat lah perlu untuk lingkungan yang kita tinggali sebelum berdampak kepada keluarga kita agar tidak terkena dampak DBD yang mengakibatkan sakit terhadap keluarga kita.

Virus dengue biasanya dibawa oleh nyamuk betina, ketika nyamuk betina menghisap darah disitu dia menyuntikkan air liur kedalam luka gigitan sehingga dari air liur nyamuk tersebut virus akan berpindah kedalam tubuh yang digigitnya.

Saat ini kebanyakan orang masih mengira oenyakit demam berdarah disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti, padahal nyamuk tersebut hanyalah sebagai perantara untuk menyebarkan virus yang dibawanya ketika gigitan ketubuh menusia tersebut hingga mengakibatkan gejala-gejala yang mengakibatkan manusia tersebut terkena penyakit DBD.

Ketika terinfeksi virus yang disebabkan gigitan nyamuk tersebut, sesorang yang terkena gigitannya akan mengalami hal gejala ringan atau juga tidak merasakan gejala sama sekali dikarenakan ketahanan tubuh yang kuat, Nyamuk yang biasanya membawa virus dengue tersebut adalah nyamuk aedes aegypti yang bisa menghasilkan antara 100 hingga 200 butir telur, dan juga semuru hidupnya nyamuk tersebut bisa bertelor kurang lebih sekitar 5 kali, nyamuk aedes aegypti biasanya menggigit diwaktu pagi hari sampai sore hari menjelang petang, nyamuk ini juga sangat menyukai untuk berada dalam ruangan gelap seperti lemari dan juga  nyamuk aedes bisa ditemukan diluar ruangan seperti tempat yang dingin lembab atau teduh.

Berdasarkan iklim, Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis dan juga mempunyai curah hujan yang tinggi, yang mana air bekas genangan yang diakibatkan turunnya hujan merupakan tempat favorit bagi nyamuk aedes aegypti untuk meletakkan telur-telurnya, jadi sangat tidak mengherankan kalau penyakit yang di akibatkan nyamuk hingga menyebabkan DBD di Indonesia sangatlah tinggi.

Maka dari itu pencegahan DBD lewat penyebaran yang dibawa oleh nyamuk tersebut sangatlah penting untuk lingkungan sekitar tempat tinggal kita, sehingga kepada masyarakat Indonesia sangat diperlukan dlam hal pemberantasan sarang nyamuk dalam mengupayakan pencegahan dalam hal penyebaran DBD, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.


Berikut beberapa pencegahan agar DBD tidak berkembang biak disekitar lingkungan kita:
  1. Bersihkan penampungan atau juga genangan air yang bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk seperti bak mandi, penampungan air atau juga selokan sekitar rumah.
  2. Tutup rapat penampungan air seperti drum, ember yang biasa digunakan ditutup agar nyamuk tidak masuk untuk berkembang biak.
  3. Taburkan bubuk larvasida pada penampungan/bak air
  4. Jangan menggantung pakaian disembarang tempat yang bisa menjadikan tempat beristirahat nyamuk.
  5. Gunakan kelambu disaat istirahat atau tidur.
  6. Bersihkan sampah-sampah sekitar rumah yangbisa tertampung air akibat hujan hingga membuat nyamuk bisa berkembang biak.
Memberantas sarang nyamuk dan juga mencegah dari gigitan nyamuk yang mengakibatkan terjadinya DBD merupakan langkah awal untuk melindungi dir dan juga keluarga dari demam berdarah, dan agar lebih efektif sering-seringlah menjaga kebersihan lingkungan dan juga sekitar agar terhindar dari penyakit DBD yang disebabkan oleh perantara nyamuk aedes aegypti.

Posting Komentar

0 Komentar